Beranda > Bait 424-425 > Pengamalan Mashdar dan Isim Mashdar » Alfiyyah Bait 424-425

Pengamalan Mashdar dan Isim Mashdar » Alfiyyah Bait 424-425

–·•Ο•·–

إعْمَالُ الْمَصْدَرِ

PENGAMALAN MASHDAR

بِفِعْلِهِ الْمَصْدَرَ ألْحِقْ فِي الْعَمَلْ ¤ مُضَافاً أوْ مُجَرَّداً أوْ مَعَ الَ

Ikutkanlah Mashdar kepada Fi’ilnya di dalam pengamalan. Baik Mashdar tersebut Mudhaf atau Mujarrad (tidak mudhof dan tanpa AL), atau bersamaan dengan AL 

إنْ كَانَ فعْلٌ مَعَ أنْ أوْ مَا يحِلّ ¤ مَحَلَّهُ وَلِاسْمِ مَصْدَرٍ عَمَلْ

Demikian apabila Fi’il bersamaan dengan IN atau MAA dapat menempati tempat Masdar yg mengamalinya. Pengamalan ini juga berlaku untuk Isim Mashdar  

–·•Ο•·–

Di dalam Bahasa Arab, Isim banyak yang beramal seperti pengamalan Fi’il dengan beberapa persyaratan. Di dalam Kitab Alfiyah ini Mushonnif Ibnu Malik telah menyebutnya diantaranya:

1. Mashdar

2. Isim Mashdar

3. Isim Fa’il

4. Shighat Mubalaghah

5. Isim Maf’ul

6. Shifat Musyabbahah

7. Isim Tafdhil.

Dalam Bab ini khusus mengenai pengamalan Mashdar dan Isim Mashdar. Pembahasan ini oleh Ibnu Malik didahulukan dari pembahasan Bentuk-bentuk Mashdar itu sendiri (Bab Abniyatul Mashaadir), karena pengamalan Mashdar masuk kategori Ilmu Nahwu yang sangat erat kaitannya dengan Bab-bab terdahulu. Sedangkan pembahasan mengenai Bentuk-bentuk Masdar masuk dalam Ilmu Shorof demikian dibelangkan.

Definisi Mashdar adalah: Isim yang menunjukkan kejadian (huduts) yang sepi dari zaman dan mencukupi atas huruf-huruf Fi’ilnya atau melebihinya.

Contoh dinamakan Mashdar :

بذلُ المال في الخير نفع لصاحبه

BADZLUL-MAALI FIL-KHOIRI NAF’UN LI SHOOHIBIHII = mendermakan harta di dalam kebaikan bermanfaat bagi si empunya.

Lafazh BADZLU adalah mashdar dari : BADZALA-YABDZALU-BADZLAN.
Badzlan adalah Mashdar bermakna menunjukkan atas kejadian pendermaan tanpa penyertaan zaman. Dan juga mencukupi semua huruf-huruf Fi’ilnya yaitu huruf BA’, DZAL dan LAM.

Contoh lagi dinamakan Mashdar:

إكرام الضيف من آداب الإسلام

IKROOMUDH-DHOIFI MIN AADAABIL-ISLAAMI = menghormati tamu termasuk dari adab-adab dalam Islam.

Huruf pada lafazh IKROOMUN mencukupi atas huruf-huruf Fi’ilnya (AKROMA) berikut melebihinya yaitu ada tambahan Alif sebelum huruf terakhir.

Adapun yang disebut Isim Mashdar berbeda dengan Mashdar. Sekalipun keduanya sama mencocoki dalam hal menunukkan huduts/kejadian.
Bedanya Mashdar tidak akan berkurang hurufnya dari bentuk huruf Fi’ilnya. Sedangkan disebut Isim Mashdar huruf-hurufnya berkurang dari bentuk huruf Fi’ilnya secara lafazhan atau Takdiran dan tanpa ada pergantian huruf.

Contoh dinamakan Isim Masdar

عطاء

ATHOO’UN = Pemberian

Contoh dinamakan Masdar

إعطاء

I’THOO’AN = Pemberian

Persamaannya Lafazh ‘ATHOO’UN dan I’THOO’AN yaitu sama dalam hal penunjukan kejadian. Perbedaannya adalah lafazh ‘ATHOO’AN tidak terdapat huruf Hamzah yang terdapat pada bentuk Fi’ilnya yang berupa lafazh :

أعطى

A’THOO = Memberikan

Tidak terdapatnya huruf Fi’ilnya tersebut baik secara Lafzhan atau secara Takdiran, demikan ini syarat disebut Isim Mashdar.

Beda jika tidak terdapat huruf Fi’ilnya secara Lafzhan, tapi ada secara Taqdiran, demikian tetap dinamakan Mashdar. contoh:

قتال

QITAALUN = peperangan

Mashdar dari Fi’il

قاتل

QOOTALA.= berperang

Lafazh QITAALUN tidak ada huruf Alif sebelum huruf TA’ sebagaimana pada bentuk Fi’ilnya.

Dalam contoh ini tidak terdapat huruf Fi’ilnya secara Lafzhan tapi ada secara Takdiran. Sebab dalam beberapa tempat ia diucapkan dengan lafazh:

قيتال

QIITAALAN = Peperangan

Alif diganti dengan Ya’ untuk menyesuaikan harkat kasroh huruf sebelumnya. Adapun dibaca QITAALAN dengan membuang Ya’ untuk litakhfif/memudahkan dan likatsrotil-isti’mal/banyak dipakai.

Beda juga jika ada pengganti dari huruf yg tidak ada, demikian tetap dinamakan Mashdar. contoh:

عدة

‘IDATAN = Janji

Mashdar dari Fi’il WA’ADA. Tidak ada huruf wawu seperti yang terdapat pada Fi’ilnya baik secara Lafzhan dan Taqdiran. Tapi ada penggantinya yaitu huruf TA’.

¤¤¤

Mashdar beramal seperti pada pengamalan Fi’il Merofa’kan Faa’il dan menashobkan Maf’ul.

Mashdar yang beramal seperti Amal Fi’il ada dua macam:

1. Sebagaimana telah disebutkan pada Bab Maf’ul Muthlaq yaitu: Mashdar yang menggantikan Fi’il atau Mashdar yang bermakna seperti Fi’il. Yakni, membuang Fiil dan menggantikannya dengan Mashdar sebagai pengganti tugas pemaknaan Fi’il baik Fi’il itu lazim atau Fi’il muta’addi. contoh:

إكراماً المسكين

IKROOMAN AL-MISKIINA = hormatilah orang miskin.

Lafazh IKROOMAN adalah mashdar menggantikan tugas lafazh AKRIM! Fiil Amar. terdapat dhamir mustatir wujuuban takdirannya ANTA sebagai Faa’ilnya. Lafazh AL-MISKIINA adalah Maf’ul Bihnya dinashobkan oleh Mashdar.

2. Inilah yang dibahas dalam Bab ini yaitu: Apabilah layak Mashdar tersebut ditempati AN + Fi’il, atau MAA + Fi’il.

Contoh:

يسرني أداؤك الواجب

YASURRUNIY ADAA’UKAL-WAAJIBA = Pelaksanaanmu akan kewajiban menggembirakanku.

lafazh ADAA’U = Adalah Mashdar yang mengamalkan amalan Fi’ilnya. Dimudhafkan kepada Fa’ilnya yang berupa dhamir KAF dan menashobkan kepada Maf’ul Bih yaitu lafazh AL-WAAJIBA. Dan dimungkinkan posisinya ditempati oleh AN+FI’IL atau MAA+FI’IL

Menempatkan AN+FIIL pada posisi Masdar, jika yang dimaksud pada waktu lampau atau pada waktu akan datang. Contoh seperti mengatakan:

يسرني أن تؤدي الواجب

YASURRUNIY AN TU’ADDIY AL-WAAJIBA.

Menempatkan MAA+FIIL pada posisi Mashdar, jiika yang dimaksud pada waktu sekarang. Contoh seperti mengatakan:

يسرني ما تؤدي الواجب

YASURRUNIY MAA TU’ADDIY AL-WAAJIBA.

¤¤¤

Mashdar yang menjadi Amil seperti ini terdapat tiga bagian penampakan:

1. Mashdar Mudhaf

Ini bagian Mashdar yang paling banyak digunakan dalam pengamalannya daripada dua pembagian Mashdar yang lain. Contoh telah disebut diatas.

2. Mashdar bertanwin

Pengamalannya lebih mendekati pada Qiyas daripada Mashdar Mudhaf. sebab diserupakan dengan kalimah Fi’il dalam hal kenakirahannya. Penggunaannya dalam pengamalannya lebih sedikit dibawah pengamalan Mashdar Mudhaf. contoh:

واجب علينا تشجيعٌ كلّ مجتهد

WAAJIBUN ‘ALAINAA TASYJII’UN KULLA MUJTAHID = wajib atas kami memotivasikan keberanian kepada tiap-tiap Mujtahid.

Contoh Ayat Al-Qur’an:

أَوْ إِطْعَامٌ فِي يَوْمٍ ذِي مَسْغَبَةٍ يَتِيمًا

AW ITH’AAMUN FIY YAUMIN DZII MASGHOBATIN YATIIMAN = atau memberi makan pada hari kelaparan kepada anak Yatim (QS. Al-Balad : 14-15)

Lafazh ITH’AAMUN adalah Mashdar Tanwin yang menashobkan Maf’ul Bih lafazh (YATIIMAN).

3. Mashdar Ma’rifah dengan AL

Pengamalannya Syadz, dikarenakan jauh dari persamaan Fi’il sebab bersambung dengan AL. Paling sedikit ditemukan daripada dua pembagian Masdar di atas, baik secara penggunaannya atau secara balaghoh. Contoh:

المجدُّ سريعُ الإنجاز أعمالَه

AL-MAJIDDU SARII’UL-INJAAZI A’MAALAHU = seorang yang giat sangat cepat dalam penyelesaian pekerjaan-pekerjaannya.

Lafazh A’MAALAHU sebagai Maf’ul Bih dari Mashdar AL-INJAAZI.

  1. ntoes
    11 Maret 2014 pukul 13:57

    waduuh paleng

  2. koko
    25 September 2014 pukul 14:18

    تَمَامُ خَمْسَ عَشَرَةَ سنةً
    “sempurna 15 tahun”
    ustadz minta tolong dijelaskan kaidah nahwu pernyataan diatas terima kasih sebelumnya

  1. 16 November 2012 pukul 13:09

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: