Arsip

Posts Tagged ‘Jama’ Muannats Salim’

Mulhaq Jama’ Muannats Salim أُوْلاَتُ dan أَذْرِعَاتٍ » Penjabaran Alfiyah Bait 42

5 November 2010 4 komentar
◊◊◊ 

كَذَا أُوْلاَتُ وَالَّذِي اسْمَاً قَدْ جُعِلْ ¤ كَــــأَذْرِعَــاتٍ فِــيْهِ ذَا أَيْــضَاً قُــبِلْ

Demikian  juga (Dii’rab seperti Jamak Muannats Salim) yaitu lafadz “Ulaatu”. Dan Kalimah yang sungguh dijadikan sebuah nama seperti lafadz “Adri’aatin” (nama tempat di Syam) yang demikian ini juga diberlakukan I’rab seperti Jamak Mu’annats Salim

Bait ini menerangkan tentang i’rab Isim-isim yang dimulhaq-kan pada Jama’ Muannats Salim. Dalam hal ini ada dua kategori:

(1). Lafadz أُوْلاَتُ . tanda irabnya diikutkan pada Jamak Muannats Salim, dimana ia tidak memenuhi syarat definisi Jama’ Muannats Salim,  karena secara Lafazh ia tidak memiliki bentuk mufrad, dan secara makna ia jamak , mempunyai arti: mereka (jamak female) Si empunya . contoh:

وَإِنْ كُنَّ أُوْلاَتُ حَمْلٍ فَأَنْفِقُوا عَلَيْهِنَّ حَتَّى يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ

Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin

(2). Lafazh yang dijadikan sebuah nama (Isim Alam) dari asal lafazh jama’ muannats salim. Maka menjadi Isim Alam dan secara otomatis bisa dipakai untuk mudzakkar dan muannats (male/female). Seperti contoh lafazh أَذْرِعَــاتٍ asal dari bentuk jamak أذرعة dengan bentuk mufrad ذراع kemudian menjadi  أَذْرِعَـاتٍ sekarang menjadi sebuah nama negri dari wilayah pinggiran Syam. Terdapat tiga Madzhab dalam menghukumi tanda Irab Isim yang sejenis أَذْرِعَاتٍ:

Madzhab pertama (Madzhab yg Shahih): dii’rab seperti lafazh Jamak Muannats Salim sebagaimana ketika belum dijadikan sebuah nama berikut di-tanwin. contoh:

هَذِهِ أَذْرِعَاتٌ وَرَأَيْتُ أَذْرِعَاتٍ وَمَرَرْتُ بِأَذْرِعَاتٍ

Ini negri Adri’at, aku melihat negri Adri’at, aku melewati negri Adri’at.

Madzhab kedua: menghukumi Rofa’ dengan dhammah, jar dan nashab dengan kasrah berikut menghilangka tanda tanwin. contoh:

هَذِهِ أَذْرِعَاتُ وَرَأَيْتُ أَذْرِعَاتِ وَمَرَرْتُ بِأَذْرِعَاتِ

Ini negri Adri’at, aku melihat negri Adri’at, aku melewati negri Adri’at.

Madzhab ketiga: menghukumi Rafa’ dengan dhammah, Jar dan Nashab dengan Fathah beserta menghilangkan Tanwin, seperti Isim tidak munsharif (ber-illat Alami beserta Mu’annats Ma’nawiy). contoh:

هَذِهِ أَذْرِعَاتُ وَرَأَيْتُ أَذْرِعَاتَ وَمَرَرْتُ بِأَذْرِعَاتَ

Ini negri Adri’at, aku melihat negri Adri’at, aku melewati negri Adri’at.

◊◊◊

Contoh Syahid syair untuk lafazh أَذْرِعَاتٍ (nama tempat di negeri Syam) boleh di-i’rab sesuai ketiga Madzhab diatas. Syair bahar Thawil  oleh Imru-ul Qais bin Hujr al-Kindi (130 SH. – 80 SH. / 497 – 535 M.)

تَنَوَّرْتُها مِنْ أذْرِعاتٍ وَأهْلُهَا ¤ بِيَثْربَ أدْنَى دَارِهَا نَظَرٌ عَالِى

dari kejauhan….
Kupandang api unggun negri Adri’at…
pada penduduknya yg berada di kota Yatsrib…
terasa paling terdekatnya rumah negri Adri’at…
adalah pemandangan yg bernilai seni tinggi…


Seperti lafazh أَذْرِعَاتٍ yaitu contoh lafazh عَرَفَاتٍ di dalam Al-Qur’an :

فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ

Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril-haram

Kesimpulan penjelasan Bait : bahwa lafazh أُوْلاَتُ ditandai dengan kasrah didalam Jar dan Nashabnya di-mulhaq-kan/mengikuti irab jamak muannats salim. demikian juga lafazh yang dijadikan sebuah nama (أَذْرِعَاتٍ) dari asal bentuk lafazh  jamak muannats salim.

Definisi Jama’ Muannats Salim dan I’rabnya » Kajian Alfiyah Bait 41

4 November 2010 9 komentar
◊◊◊ 

وَمَــــــا بِتَـا وَأَلِـــفٍ قَدْ جُمِعَـــــــا ¤  يُكْسَرُ فِي الْجَرِّ وَفي النَّصْبِ مَعَا

Adapun kalimah yang di-jamak-kan dengan menambah Alif dan Ta’ (Jama’ Muannats Salim), adalah ditandai harakat kasrah didalam Jar dan Nashabnya secara bersamaan.

Setelah rampung penjelasan tentang kalimah-kalimah yang di-i’rab dengan huruf sebagai pengganti dari i’rab asal harakat, yaitu tanda I’rab Asmaus-Sittah, Isim Mutsanna dan Jama’ Mudzakkar Salim pada bait-bait sebelumnya.  Selanjutnya  Kiyai Mushannif Alfiyah Muhammad Ibnu Malik –semoga Allah Merahmatinya– menerangkan tentang Kalimah-kalimah yang di-i’rab dengan Harakat sebagai ganti dari Harakat tanda i’rab asal. Dalam hal ini terdapat dua kategori, yang pertama adalah dalam Bait ke 41 ini.  Yaitu kalimah yang di-jamak-kan dengan tambahan Alif dan Ta’ (ا – ت / alif zaidah dan ta’ zaidah) atau dinamakan Jamak  Muannats Salim.

◊◊◊

Definisi Jama’ Muannats Salim adalah: Lafazh yang menunjukkan lebih banyak dari dua, disebabkan oleh penambahan dua huruf Alif dan Ta’ Zaidah di akhirnya. contoh:

حَضَرَتِ الْمُتَحَجِّبَاتِ

Para wanita berjilbab telah hadir

*Maka  lafazh الْمُتَحَجِّبَاتِ pada contoh ini adalah lafadz jamak dengan tambaha alif dan ta’,  Jama’ Mu’annats Salim.

◊◊◊

Tanda I’rab Jama’ Muannas Salim adalah: Rafa’ dengan Dhammah (i’rab asal), Jar dengan Kasrah (i’rab asal) juga Nashab dengan Kasrah (pengganti i’rab asal Fathah). contoh:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.

وَعَدَ اللهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ

Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai

لِيُعَذِّبَ اللهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ وَيَتُوبَ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ

sehingga Allah mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrikin laki-laki dan perempuan; dan sehingga Allah menerima taubat orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan.

◊◊◊

Dua kategori bukan Jamak Mu’annats Salim adalah: 1. Lafazh Jama’ ada Alif dan Ta’ di akhirnya tapi bukan Alif Zaidah, contoh:

قُضَاةٌ وَ دُعَاةٌ

Para hakim dan para pendakwa

Dua lafazh ini, berupa Alif asli salinan dari asal huruf  kalimah sebelum proses I’lal. asal bentuknya adalah قُضَيَةٌ  ya’ diganti alif karena jatuh sesudah fathah, dan دُعَوَةٌ wau juga diganti alif karena jatuh sesudah harakat fathah. Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada page Kaidah I’lal ke 1: https://nahwusharaf.wordpress.com/belajar-ilal/kaidah-ilal/kaidah-ilal-ke-1/

2. Lafazh Jama’ ada Alif dan Ta’ di akhirnya tapi  bukan Ta’ Zaidah, contoh:

أَبْيَاتٌ، أَمْوَاتٌ، أَصْوَاتٌ

Bait-bait, Mayat-mayat, Suara-suara

Contoh ini, huruf Ta’-nya adalah asli kalimah bukan tambahan, lafazh mufradnya adalah بَيْتٌ، مَيِّتٌ، صَوْتٌ

Dua kategori lafazh-lafazh  jamak tersebut bukan Bab Jamak Muannats Salim, karena lafazh menunjukkan jamak bukan karena sebab Alif dan Ta’. akan tetapi termasuk pada kategori bentuk Jamak Taksir, dinashabkan dengan tanda irab asal yaitu Fathah.  contoh:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لاَ تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلاَ تَجْهَرُوا لَهُ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?

◊◊◊

Kesimpulan penjelasan Bait 41: Sesungguhnya Lafazh yang di jamak sebab tambahan Alif dan Ta’, di-i’rab dengan harakat kasrah ketika Jar dan Nashab secara bersamaan. Penyebutan Jar dengan tanda kasrah,  bukan sebagai penggati asal. Sedangkan penyebutan Nashab dg kasrah adalah pokok pembahasan dalam Bait kali ini, yaitu bagian pertama dari tanda i’rab dg harakat pengganti dari i’rab harakat asal.

%d blogger menyukai ini: