Faedah wazan fa”ala فعَّل (ta’diyah, taktsir, nisbah, salbi, ittikhad)

WAZAN FA’-‘ALA
فَعَّلَ
Fi’il tsulatsi mujarrad dipindah ke wazan fa’-‘ala (dobel ‘ain) mempunyai 5 faidah/kegunaan:

1. LIT-TA’DIYAH /memuta’addikan fi’il lazim.
Contoh:
فَرَّحَ زيد عمرا
FARROHA ZAIDUN ‘AMRON “Zaid MENGGEMBIRAKAN ‘Amar”.
(bentuk asal fi’il lazim FAROHA = gembira)

2. LIT-TAKTSIR /menunjukkan memperbanyak.
Contoh :
قطع زيد الحبل
QOTHTHO’A ZAIDUN AL-HABLA “Zaid memotong-motong tali”
(menjadiakannya banyak potongan. Bentuk asal fi’il QOTHO’A=memotong 1 potongan)

3. LIN-NISBAH /menisbatkan maf’uul (objek) pada bentuk asal fi’il.
Contoh:
كفر زيد عمرا
KAFFARO ZAIDUN ‘AMRON “Zaid mengkafirkan ‘Amar”
(menisbatkannya pada bentuk asal fiil KAFARO=kafir)

4. LI SALBI /membuang bentuk asal fi’il dari objeknya (maf’ulnya)
Contoh:
قشر زيد الرمان
QOSYSYARO ZAIDU AR-RUMMAANA “zaid menguliti buah delima”
(yakni membuang kulitnya, bentuk asal fi’il QOSYIRO=berkulit)

5. LI ITTIKHAD LIL-FI’LI MINAL-ISMI /menjadikan fi’il dari isim.
Contoh:
خيم القوم
KHOYYAMA AL-QOUMU “Kaum itu berkemah”
(yakni, mereka mendirikan dan tinggal di kemah, asal bentuknya kalimah isim yaitu KHIYAAM=kemah)

  1. fiqri cahyadi fadil
    4 Mei 2011 pukul 09:38

    saya mendukung atas muncul ya aplikasi ini…….?

  2. Rayyan
    10 Juni 2011 pukul 10:24

    jazakallohu khairan, atas artikelnya.
    klo bisa mohon bisa di perlengkap pengertian istilah-istilah dalam ilmu bahasa arab ataupun ilmu nahwu

  3. sami
    26 Juli 2011 pukul 09:17

    tiada yg bisa kukatan kecuali jazakumullah kher

  4. Anonim
    12 September 2011 pukul 10:59

    syukron katsir,
    semoga aja trus berkembang lagi

  5. Akim Mustaqim
    26 Februari 2012 pukul 19:32

    assalamu’alaikum kalau bisa dengan refererensinya di cantumkan tadz,,,,syukron katsir

  6. Akim Mustaqim
    26 Februari 2012 pukul 22:03

    Assalamu’alaikum di blog ustadz saya mendapati Faedah wazan fa”ala فعَّل ,,kemudian untuk wazan faa ‘ala dan af’ala nya ustadz, ada postingan nya? di search tidak ditemukan ustadz,,terima kasih
    blog ustadz sangat bermanfaat…

  7. gndcore
    19 Juli 2012 pukul 11:30

    syukron ustadz

  8. 19 Oktober 2012 pukul 21:10

    شكرا جزيلا ي أستاذ🙂
    apakah di setiap perubahan makna itu hanya terdapat satu contoh saja? seperti lissalbi?

  9. Anonim
    23 November 2013 pukul 16:13

    syukran ya akhi,dan mohon ke ihlasannya ana copy semua tulisanmu,smg berokah

  10. roni
    11 Maret 2014 pukul 21:58

    ustad utk yg ini bgamana jwb x tad ?. Nashoro, ……….., Munaashirotan. Yg titik itu hrusnya apa sh, Kang? Munaashirotan trmsuk mudzakar salim bukan?

  11. Anonim
    13 April 2014 pukul 05:35

    syukron..jazakaallahu khairan

  12. mariam ilma
    2 Oktober 2014 pukul 07:52

    syukran atas tulisan nya jadi kebantu

  13. 30 Januari 2016 pukul 12:49

    kalu untuk wazan فُعُلٌ bagaimana ye ?

  14. Anonim
    10 Februari 2016 pukul 19:52

    Apa ya perbedaan fungsi kalimat tahfidh dengan hifdzon? Mohon bantuannya

  15. 29 Maret 2016 pukul 22:49

    Kalau bisa d tulos dari semua wazan yg fiil mazid yaa

  16. Anonim
    17 Mei 2016 pukul 12:27

    Makasih sekarang udah tau

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: