Arsip

Posts Tagged ‘Adad’

Penggunaan Lafaz KAM dalam Bahasa Arab » Alfiyah Bait 746-747

25 April 2013 25 komentar

كم، وكأين، وكذا
Bab KAM, KA’AYYIN dan KADZAA

746- مَيِّزْ فِي الاسْتِفْهَامِ كَمْ بِمِثْلِ مَا… مَيِّزْتَ عِشْرِينَ كَكَمْ شَخْصاً سَمَا
Tamyizkanlah KAM dalam Istifham, seperti kamu memberi Tamyiz pada lafazh ISYRUUNA. Contoh KAM SYAKHSHON SAMAA? (berapa orangkah yg ternama?)

747- وَأَجِزَ انْ تَجُرَّهُ مِنْ مُضْمَرَا… إنْ وَلِيَتْ كَمْ حَرْفَ جَرٍّ مُظْهَرَا
Dan dipersilahkan! Tamyiznya dijarkan oleh MIN yg tersimpan, apabila KAM tsb mengiringi huruf Jar yg ditampakkan.

Khusus pada bab ini menjelaskan tentang kinayah-kinayah Adad yg jumlahnya ada tiga yaitu: KAM, KA’AYYIN dan KADZAA. Disebut Kinayah karena menyebut sesuatu tidak dengan penamaannya, tentunya karena ada suatu alasan menurut Balaghah. Masing-masing dari tiga lafazh tsb digunakan sebagai kinayah untuk bilangan Ma’dudnya/Tamyiznya dan sekalipun bilangan Ma’dud tsb bersifat mubham (samar).

1. KAM كم (berapa banyak)

KAM mempunyai dua janis penggunaan; Istifhamiyah dan Khobariyah. Masing-masing digunakan di awal kalimat (shodar kalam), apabila digunakan pada kalam istifham/pertanyaan maka disebut “Kam Istifhamiyah”, dan apabila digunakan pada kalam khobariyah (yg mengandung makna insya’iyah pada kebanyakannya) maka disebut “Kam Khobariyah”.

KAM juga menempati mahal I’rob pada susunan suatu kalam, contoh :

Mahal Nashob sebagai Zharaf Zaman :
كم يوما صمت
KAM YAUMAN SHUMTA? = berapa hari kamu puasa?

Mahal Nashob sebagai Zharaf Makan :
كم ميلا مشيت
KAM MAILAN MASYAITA? = berapa mil kamu berjalan?

Contoh Ayat Al-Qur’an :

كَمْ لَبِثْتَ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ
KAM LABITSTA QOOLA LABITSTU YAUMAN AW BA’DHO YAUUM. = “Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?” Ia menjawab: “Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari.”

Mahal Nashob sebagai Maf’ul Muthlaq :

كم زيارة زرت المريض؟
KAM ZIYAAROTAN ZURTU AL-MARIIDH? = berapa kali kunjungan kamu mengunjungi orang sakit tsb?

Mahal Nashob sebagai Maf’ul Bih :

كم حديثا حفظت؟
KAM HADIITSAN HAFAZHTA? = berapa hadits yg telah kamu hafal?

Contoh Ayat Al-Qur’an :

سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ
SAL BANIY ISROO’IILA KAM AATAINAAHUM MIN AAYATIN BAYYINATIN = Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka.”

Mahal Jar dimasuki huruf jar:

بكم ريال اشتريت هذا الكتاب
BI KAM RIYAALIN ISYTAROITA HADZAL KITAABA = berapa riyal kamu beli buku ini?

Mahal Jar menjadi mudhaf ilaih :

فوق كم متر تضع الشبابيك؟
FAUQO KAM MITRIN TADHO’U ASY-SYABAABIKA = diatas berapa meter kamu memasang jendela itu?

Mahal Rofa’ menjadi Mubtada :

كم كتابا عندك؟
KAM KITAABA INDAKA? = berapa buku kepunyaanmu?

كم رجلا جاء؟
KAM ROJULAN JAA’A? = berapa lelaki yg dating?

Mahal Nashob menjadi Khobarnya Kaana :

كم كان مالك؟
KAM KAANA MAALIKU? = berapa orang sebagai pemilik/penguasa?

Contoh Ayat Al-Qur’an :

كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ

KAM MIN FI’ATIN QOLIILATIN GHOLABAT FI’ATAN KATSIIROTAN BI IDZNILLAAHI = Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.

Dan contoh-contoh lain sebagainya.

=====

KAM ISTIFHAMIYAH

KAM disini mempunyai makna “Berapa?” (ayyu ‘adadin?), maka digunakan untuk menyanyakan jumlah sesuatu (ma’dudnya) yg dijadikan sebagai Tamyiznya yg mufrod dan manshub, contoh :

كم سورة حفظت؟
KAM SUUROTAN HAFAZHTA? = berapa surah yg kamu hafal?

I’rob:
KAM = Isim Istifhamiyah mabni sukun dalam mahal nashob menjadi Maf’ul Bih yg dikedepankan (maf’ul muqoddam).
SUUROTAN = Tamyiznya.

قَالَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ, قَالُوا لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ
QOOLA KAM LABITSTUM FIL-ARDHI ‘ADADA SINIIN, QOOLUU LABITSNAA YAUMA AW BA’DHO YAUMIN FAS’ALIL ‘AADDIIN. = Allah bertanya: “Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?” Mereka menjawab: “Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” (QS. Al-Mu’minuun: 112-113)

I’rob :
KAM = Isim Istifham mabni sukun menempati mahal nashob sebagai zharaf dari lafazh sesudahnya.
‘ADADA SINIINA = Tamyiznya, dinashobkan dengan tanda nashob Ya’ karena mulhaq Jama’ Mudzakkar Salim.
===

Boleh juga Tamyiznya di I’rob Jar, apabila KAM dimasuki huruf jar. Sebagaimana contoh :

بكم ريال اشتريت هذا الكتاب
BI KAM RIYAALIN ISYTAROITA HADZAL KITAABA = berapa riyal kamu beli buku ini?

I’rob :
RIYAALIN = Tamyiznya yg di I’rob jar, dijarkan oleh huruf jar MIN yg disimpan. Atau menurut pendapat dijarkan sebab idhofah, karena beralasan asal idhofah tanpa ada takdir huruf jar, juga alasan huruf jar apabila dibuang maka tidak beramal.

Kemudian ada Tamyiz Kam yg dijarkan oleh huruf jar MIN secara zhahir sedangkan Kam-nya tidak dimasuki huruf Jar, sebagaimana contoh :

سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ مِنْ آيَةٍ بَيِّنَةٍ
SAL BANIY ISROO’IILA KAM AATAINAA HUM MIN AAYATIN BAYYINATIN = Tanyakanlah kepada Bani Israil: “Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka.”

I’rob :
KAM = bisa sebagai Istifhamiyah atau Khobariyah, menempati mahal nashob menjadi Maf’ul Bih kedua yg dikedepankan (maf’ul tsani muqoddam)
HUM = Maf’ul Bih pertama
MIN AAYATIN = Tamyiznya yg dijarkan oleh huruf MIN zhahiran.

Iklan

Pengertian Tamyiz » Alfiyah Bait 356-357

21 Desember 2011 5 komentar

 

–·•Ο•·–

التمييز

AT-TAMYIZ

اِسمٌ بِمَعْنَى مِنْ مُبِينٌ نَكِرَهْ ¤ يُنْصَبُ تَمْيِيزاً بِمَا قَدْ فَسَّرَهْ

Adalah isim yang menunjukkan makna Min, yang jelas serta Nakirah, dinashobkan sebagai Tamyiz oleh lafaz yg ditafsirinya. 

كَشِبْرٍ أرْضًّا وَقَفِيزٍ بُرًّا ¤ وَمَنَوَيْنِ عَسَلاً وَتَمْرًا

Seperti “SYIBRIN ARDHON” = Sejengkal tanah (Tamyiz dari ukuran jarak), “QOFIIZIN BURRON” = Sekofiz gandum (Tamyis dari ukuran takaran), “MANAWAINI ‘ASALAN WA TAMRON” = Dua Manan madu dan kurma (Tamyiz dari ukuran berat). 

–·•Ο•·–

Pengertian Tamyiz adalah: Isim Nakiroh yg menunjukkan makna Min, sebagai penjelasan lafazh samar sebelumnya. contoh:

اشتريت رطلاً عسلاً

ISYTAROITU RITHLAN ‘ASALAN* = aku membeli satu Ritl madu.

* lafazh “‘ASALAN” adalah Tamyiz, karena berupa Isim dengan dalil tanwin, dan Nakiroh yg mengandung makna MIN lil bayan, yakni takdirannya “MINAL-‘ASALI” berfungsi untuk menjelaskan kalimah sebelumnya yg samar. karena perkataan ISYTAROITU RITHLAN masih mengundang kesamaran, pendengar tidak akan faham apa yg dikehendaki dengan RITHLAN, apakah madu ataukah kurma atau beras?. oleh karena itu perkataan Rithl sepantasnya diberi penjelasan atau Tamyiz oleh lafazh-lafazh lain yg dimaksud, sebagaimana contoh ‘ASALAN maka hilanglah kesamaran dan dapat difahami serta jelas apa yg dimaksud.

Keluar dari defini Tamyiz Nakirah, yaitu berlafazh Ma’rifah. contoh :

هذا الرجل طاهرٌ قلبَه

HAADZA AR-ROJULU THOOHIRUN QOLBA HU*

*Menashobkan lafazh QOLBA HU, sekalipun sebagai penjelasan bagi lafazh samar sebelumnya, tapi ini tidak dinamakan Tamyiz karena berupa Isim Ma’rifah, dinashobkan oleh sifat Musyabbahah sebagai Maf’ul Bih (Insya Allah akan dijelaskan nanti secara khusus pada Bab Sifat Musyabbahah).

Keluar dari definisi Tamyis yg punya makna MIN, yaitu HAAL yg punya makna FI.

Keluar dari defini Tamyiz menjelaskan lafazh samar sebelumnya, yaitu Isimnya LAA Nafi Jinsi. contoh:

لا رجل في المسجد

LAA ROJULA FIL-MASJIDI*

*lafazh ROJULA sekalipun mengandung makna MIN yakni MIN ROJULIN, tapi fungsinya bukan untuk menjelaskan, namun sebagai Min Lil Istighroq.

Tamyiz ada dua:

  1. Tamyiz Mufrod atau disebut Tamyiz Dzat
  2.  Tamyiz Jumlah atau disebut Tamyiz Nisbat

1. TAMYIZ MUFROD ATAU TAMYIZ DZAT:

Digunakan sebagai Tamyiz bagi lafazh-lafazh yg menunjukkan :

1. Adad/bilangan.
2. Ukuran Jarak
3. Ukuran Takaran
4. Ukuran Berat

Contoh Tamyiz Dzat atau Tamyiz Mufrad untuk lafazh Adad/bilangan:

اشتريت ستة عشر كتاباً

ISYTAROITU SITTATA ‘ASYARO KITAABAN = aku membeli enam belas kitab

Contoh Tamyiz Dzat atau Tamyiz Mufrad untuk lafazh ukuran jarak:

اشتريت ذراعاً صوفاً

ISYTAROITU DZIROO’AN SHUUFAN = Aku membeli satu Dzira’ (satu hasta) kain wool.

Contoh Tamyis Dzat atau Tamyis Mufrad untuk lafazh ukuran takaran:

اشتريت إردباً قمحاً

ISYTAROITU IRDABBAN QOMHAN = Aku membeli satu Irdabb (24 Gantang) Gandum.

Contoh Tamyis Dzat atau Tamyis Mufrad untuk lafazh ukuran berat/timbangan:

اشتريت رطلاً سمناً

ISYTAROITU RITHLAN SAMNAN = aku membeli satu Rithl minyak Samin.

Atau diberlakukan juga untuk lafazh-lafazh yang serupa dengan ukuran-ukuran, contoh:

صببت على النجاسة ذنوباً ماءً

SHOBIBTU ‘ALAA ANNAJAASATI DZANUUBAN MAA’AN = Aku menuangkan pada Najis satu timba air.

اشتريت نحياً سمناً

ISYTAROITU NIHYAN SAMNAN = Aku membeli satu Nihy minyak samin (Nihy : wadah kantong dari kulit khusus tempat samin).

Contoh dalam Al-Qur’an:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الْأَرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ

INNALLADZIINA KAFARUU WAMAATUU WAHUM KUFFAARUN FALAY-YAQBALU MIN AHADIHIM MIL’UL-ARDHI DZAHABAN WALAWIFTADAA BIH.*

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu.. (QS. Ali Imron : 91).

*Lafazh “DZAHABAN” = emas, dinashobkan sebagai Tamyiz dari lafazh serupa ukuran-ukuran yaitu lafazh “MIL’UL-ARDHI” = sepenuh bumi.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ . وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

FAMAY-YA’MAL MITSQOOLA DHARROTIN KHOIROY-YAROH. WAMAY-YA’MAL MITSQOOLA DZARROTIN-SYARROY-YAROH*.
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. (QS. Al-Zalzalah :7-8)

*Lafazh “KHIRON dan SYARRON” dinashobkan sebagai Tamyiz dari lafzh serupa ukuran timbangan, yaitu lafazh “MITSQOOLA DZARROTIN”.
*****

2. TAMYIZ JUMLAH ATAU TAMYIZ NISBAT:

Yaitu Tamyiz untuk menghilangkan kesamaran makna umum dari penisbatan dua lafazh di dalam tarkib jumlah.

Tamyiz Nisbat/Jumlah dalam pertimbangan asalnya terbagi dua macam:

1. Tamyiz Nisbat peralihan dari Faa’il, contoh:

حَسُنَ الشاب خلقاً

HASUNA ASY-SYAABBU KHULUQON* = pemuda itu baik akhlaqnya

*Lafazh “KHULUQON” dinamakan Tamyiz Nisbat, karena menghilangkan kesamaran penisbatan “HASUNA” kepada lafazh “ASY-SYAABBU”, sebagai Tamyiz nisbat peralihan dari Fa’il, karena asalnya :

حَسُنَ خُلُقُ الشاب

HASUNA KHULUQU ASY-SYAABBI = Akhlaq pemuda itu baik.

Contoh dalam Al-Qur’an:

واشتعل الرأس شيباً

WASYTA’ALAR-RO’SU SYAIBAN* = dan kepalaku telah ditumbuhi uban (QS. Maryam :4)

*Lafazh “SYAIBAN” sebagai Tamyiz Nisbat peralihan dari Fa’il lafazh “RO’SU” karena takdirnya: WASYTA’ALA SYAIBURRO’SI.

2. Tamyiz Nisbat peralihan dari Maf’ul, contoh:

وَفَّيْتُ العمال أجوراً

WAFFAITUL-‘UMMAALA UJUURON* = aku membayar para pekerja itu ongkos

*Lafazh “UJUURON” sebagai Tamyiz Nisbat menghilangkan kesamaran penisbatan “WAFFAITU” kepada “UMMAALA” disebut Tamyiz Nisbat Manqul dari Maf’ul, karena asalnya adalah: “WAFFAITU UJUUROL-UMMAALI” = aku membayar ongkos para pekerja.

Contoh dalam Al-Quran:

وَفَجَّرْنَا الْأَرْضَ عُيُونًا

WA FAJJARNAA AL-ARDHO ‘UYUUNAN* = Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air (QS. Al-Qomar 12)

*Lafazh “UYUUNAN” adalah Tamyiz Nisbat yg dimanqul/dialihkan dari Maf’ul Bih, karena taqdirannya adalah: “WAFAJJARNAA ‘UYUUNAL-ARDHI.

Hukum I’rob TAMYIZ umumnya adalah Nashob. adapun Amil yg menashobkan bagi Tamyiz Dzat adalah Isim Mubham/isim yg samar. sedangkan Amil yg menashobkan Tamyiz Nisbat adalah Musnadnya yg berupa kalimah Fi’il atau yg serupa pengamalan Fi’il.

%d blogger menyukai ini: