Arsip

Posts Tagged ‘Dhammah’

Tanda I’rab Pengganti: Rafa’ dg Wau, Nashab dg Alif, Jar dg Ya’. Berlaku pada Asmaus-Sittah

3 Oktober 2010 5 komentar

وَارْفَعْ بِــوَاوٍ وَانْصِبَنَّ بِالأَلِفْ ¤ وَاجْرُرْ بِيَاءٍ مَا مِنَ الأَسْمَا أَصِفْ

Rofa’kanlah dengan Wau, Nashabkanlah dengan Alif, dan Jarrkanlah dengan Ya’, untuk Isim-Isim yang akan aku sifati sebagai berikut (Asmaus Sittah):…

Bait Alfiyah ke 27 ini, menerangkan tentang I’rab Pengganti bagian pertama, sebagai pengganti dari Irab asal. Yaitu kalimah yang dii’rab dengan Huruf (wau-alif-ya’) pengganti dari i’rab harkah (dhammah-fathah-kasrah) demikianlah yang masyhur di kalangan Ahli Nahwu. Namun yang benar menurut mereka adalah bahwa status kalimah tsb, tetap dii’rob dengan Harkah secara taqdiran/dikira-kira artinya: Rofa’ dengan Dhommah yang dikira-kirakan atas Wau, Nashab dengan Fathah yang dikira-kirakan atas Alif dan Jar dengan Kasrah yang dikira-kirakan atas Ya’. Merupakan I’rab yang berlaku pada Asmaaus-Sittah/الأسماء الستة (Kalimah Isim/kata benda yang enam) yaitu: أبٌ، أخٌ، حمٌ، فمٌ، هنٌ، ذُو .

Maka kalimah-kalimah ini dirafa’kan dengan Wau sebagai pengganti dari Dhammah. Contoh:

وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ

sedang bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.

Dinashabkan dengan Alif pengganti dari Fathah. Contoh:

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya

Dijarkan dengan Ya’ pengganti dari Kasrah. Contoh:

ارْجِعُوا إِلَى أَبِيكُمْ

Kembalilah kepada ayahmu

4 Tanda Asal I’rab: Dhammah, Fathah, Kasrah dan Sukun » Alfiyah Bait 25-26

3 Oktober 2010 20 komentar

فَارْفَعْ بِضَمَ وَانْصِبَنْ فَتْحَاً وَجُرْ ¤ كَسْــــــرَاً كَــذِكْرُ اللَّهِ عَبْــدَهُ يَسُـرْ

Rofa’kanlah olehmu dengan tanda Dhommah, Nashabkanlah! Dengan tanda Fathah, Jarrkanlah! Dengan tanda Kasrah. Seperti lafadz Dzikrullahi ‘Abdahu Yasur.

وَاجْزِمْ بِتَسْكِيْنٍ وَغَيْرُ مَا ذُكِرْ ¤ يَنُــوْبُ نَحْوُ جَا أَخْــو بَنِي نَمِــرْ

Dan Jazmkanlah! Dengan tanda Sukun. Selain tanda-tanda yang telah disebut, merupakan penggantinya. Seperti lafadz: Jaa Akhu Bani Namir


Bait ini menerangkan bahwa asal-asal I’rab ditandai dengan Harkah dan Sukun. Maka asal tanda Rafa’ adalah Dhammah (َ), tanda asal Nashab adalah Fathah (َ), tanda asal Jar adalah Kasrah (ِ) dan tanda asal Jazm adalah Sukun (ْ). Dengan demikian apabila ada kalimah yang tidak kebagian tanda i’rob asal (Harkah atau Sukun), maka bagiannya adalah tanda i’rab Pengganti Asal (Bisa juga Harkah, Huruf atau membuang Huruf).

Contoh Tanda I’rab asal, sebagaimana tertulis pada Bait di atas:

ذِكْرُ اللهِ عَبْدَهُ يَسُرّ

Lafadz ذِكْرُ Rofa’ dengan Dhommah, lafazh اللهِ Jar dengan Kasroh dan lafazh عَبْدَ Nashob dengan Fathah.

Tanda I’rab pengganti adalah sbb:

  • Menggantikan Dhammah tanda asal Rafa’ yaitu: Wau, Alif dan Nun (و, ا, ن)
  • Menggantikan Fathah tanda asal Nashab yaitu: Alif, Ya’, Kasrah, dan membuang Nun (ا, ي, ِ, حذف النون)
  • Menggantikan Kasrah tanda asal Jar yaitu: Ya’ dan Fathah (ي, َ)
  • Menggantikan Sukun tanda asal Jazm yaitu: membuang huruf.

Dengan demikian I’rob Rofa’ mempunyai empat tanda, I’rob Nashob mempunyai lima tanda, I’rob Jar mempunyai tiga tanda dan I’rob Jazm mempunyai dua tanda. Jadi keseluruhan tanda i’rob adalah 14 tanda, 4 tanda asal dan 10 tanda pengganti asal.

Contoh Tanda I’rab pengganti, sebagaimana tertulis pada Bait di atas:

جَا أَخُو بَنِى نَمِرْ

Lafazh أَخُو Rofa’ dengan Wau pengganti Dhommah dan Lafazh بَنِى Jar dengan Ya’ pengganti Kasroh.

%d blogger menyukai ini: