Jamid dan Mutasharrif

Kata kerja/ kalimah fi’il (الفعل) terbagi menjadi:

  1. Fi’il Jamid (الفعل الجامد)
  2. Fi’il Mutasharrif (الفعل المتصرف).

 

الفِعْلُ الْجَامِدُ

Fi’il Jamid (statis)

 

Fi’il Jamid Adalah Kalimah Fi’il yang hanya mempunyai satu bentuk Shighah. Baik hanya berbentuk Fi’il Madhi saja. atau hanya berbentuk Fi’il Amar saja. Atau ada hanya berbentuk Fi’il Mudhari’  saja tapi jarang.

 

Contoh Fi’il Jamid yang hanya mempunyai bentuk Fi’il Madhi saja:

FI’IL MADHI JAMID

TERJEMAH

CONTOH

عَسَى

Mengharap

عَسَى اللَّهُ أَنْ يَعْفُوَ عَنْهُمْ

mudah-mudahan Allah memaafkan mereka

لَيْسَ

Meniadakan

وَأَنَّ اللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّامٍ لِلْعَبِيدِ

dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya

بِئْسَ

Celaan, Kecaman

بِئْسَ الرَّجُلُ أبُو لَهَبَ

Seburuk-buruknya lelaki adalah Abu Lahab

نِعْمَ

Pujian, Sanjungan

نِعْمَ الرَّجُلُ أبُو بَكْرٍ

Sebaik-baiknya lelaki adalah Abu Bakar

تَبَارَكَ

Maha Suci

تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ

Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam

 

Contoh Fi’il Jamid yang hanya mempunyai bentuk Fi’il Amar saja:

FI’IL AMAR JAMID

TERJEMAH

CONTOH

تَعَلَّمْ

Percayalah!

تَعَلَّمْ أَنّ الرِّبَا بَلاَءٌ

Percayalah! Sesungguhnya Riba itu membawa petaka

هَبْ

Anggaplah!

فَقُلْتُ أَجِرْنِي أَبَا خَالِدٍ × وَإِلاَّ فَهَبْنِي امْرَأً هَالِكًا

Aku Cuma bisa berkata… pertahankanlah aku wahai Abu Khalid…atau jika tidak… maka anggaplah aku seorang yang telah binasa

تَعَالَ

Kemari!, Yuk!

هَيَّا زَيْد تَعَالَ

Hai Zaid…Kemarilah!

هَاتِ

Bawalah kemari!, Tunjukkanlah!

قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Katakanlah: “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar.”

 

Contoh Fi’il Jamid yang hanya mempunyai bentuk Fi’il Mudhari’ saja:

FI’IL MUDHARI’ JAMID

TERJEMAH

CONTOH

يَهْبِطُ

Memekik, mengerang, berteriak karena takut.

 

الفِعْلُ الْمُتَصَرِّفُ

Fi’il Mutasharrif (elastis)

 

Fi’il Mutasharrif adalah kalimah fi’il yang dapat berubah bentuknya sesuai tashrif ishtilahiy. Fi’il Mutasharrif terbagi dua:

 

1. Tam Tasharruf (تام التصرّف)

(sempurna dalam mutasharrif-nya)

Fi’il Tam Tasharruf adalah kalimah fi’il Mutasharrif yang tersedia dalam tiga bentuk Fi’il Tiga Serangkai (Fi’il Madhi, Fi’il Mudhari’ dan Fi’il Amar) seperti نصر dan دحرج.

FI’IL AMAR

FI’IL MUDHARI’

FI’IL MADHI

اُنْصُرْ!

يَنْصُرُ

نَصَرَ

دَحْرِجْ!

يُدَحْرِجُ

دَحْرَجَ

 

2. Naqis Tasharruf (ناقص التصرّف)

(cacat dalam mutasharrif-nya)

Fi’il Naqis Tasharruf adalah kalimah fi’il Mutasharrif yang tidak tersedia untuk semua bentuk Fi’il Tiga Serangkai. Baik hanya berbentuk Mudhari’ dan Madhi saja, atau Mudhari’ dan Amar saja, Seperti contoh pada table.

FI’IL AMAR

FI’IL MUDHARI’

FI’IL MADHI

×

يَكَادُ

كَادَ

×

يُوْشِكُ

أَوْشَكَ

دَعْ!

يَدَعُ

×

ذَرْ!

يَذَرُ

×

 

تَصَرُّفُ الْمُضَارِعِ

Tashrif pada Fi’il Mudhari’

 

Tata cara men-tashrif/pengubahan fi’il mudhri’ yang dibuat dari asal Fi’il Madhi adalah pada awal kalimah fi’il madhi tsb ditambahi dengan Huruf Mudhara’ah (ا – ن – ي – ت).

 

Huruf Mudhara’ah-nya diharkati dhammah apabila ditambahi pada Fi’il Madhi yang berjumlah empat huruf. contoh table:

HURUF MUDHARA’AH DI-DHAMMAH-KAN

DARI FI’IL MADHI 4 HURUF

يُكْرِمُ

أَكْرَم

يُفَرِّحُ

فَرَّحَ

يُقَاتِلُ

قَاتَلَ

يُدَحْرِجُ

دَحْرَجَ

 

Huruf Mudhara’ah-nya diharkati Fathah apabila ditambahi pada Fi’il Madhi yang selain berjumlah empat huruf. Lihat tabel berikut:

HURUF MUDHARA’AH DI-FATHAH-KAN

BUKAN FI’IL MADHI 4 HURUF

يَنْصُرُ

نَصَرَ

يَنْكَسِرُ

انْكَسَرَ

يَجْتَمِعُ

اجْتَمَعَ

يَحْمَرُّ

احْمَرَّ

يَتَكَلَّمُ

تَكَلَّمَ

يَتَبَاعَدُ

تَبَاعَدَ

يَسْتَخْرِجُ

اسْتَخْرَجَ

يَعْشَوْشَبُ

اعْشَوْشَبَ

يَجْلَوَّذُ

اجَلَوَّذّ

يَحْمَارُّ

احْمَارَّ

يَتَدَحْرَجُ

تَدَحْرَجَ

يَحْرَنْجَمُ

احْرَنْجَمَ

يَقْشَعِرُّ

اقْشَعَرَّ

 

تَصَرُّفُ الأَمْرِ

Tashrif pada Fi’il Amar

 

Tata cara men-tashrif/pengubahan fi’il Amar yang dibuat dari asal fi’il Mudhari’ adalah sebagai berikut:

 

Huruf Mudhara’ahnya harus dibuang. contoh table:

BENTUK FI’IL MUDHARI’

BENTUK FI’IL AMAR

يُفَرِّحُ

فَرِّحْ!

يُقَاتِلُ

قَاتِلْ!

يُدَحْرِجُ

دَحْرِجْ!

يَتَكَلَّمُ

تَكَلَّمْ!

يَتَبَاعَدُ

تَبَاعَدْ!

يَتَدَحْرَجُ

تَدَحْرَجْ!

 

Dan bilamana setelah pembuangan Huruf Mudhara’ah pada awal kalimahnya berupa sukun, maka ditambahi Hamzah pada awal kalimah tsb. contoh table:

BENTUK FI’IL MUDHARI

BENTUK FI’IL AMAR

يَنْصُرُ

أُنْصُرْ!

يَنْكَسِرُ

انْكَسِرْ!

يَجْتَمِعُ

اجْتَمعْ!

يَحْمَرُّ

احْمَرِّ!

يَسْتَخْرِجُ

اسْتَخْرِجْ!

يَعْشَوْشَبُ

اعْشَوْشَبْ!

يَجْلَوَّذُ

اجَلَوَّذّ!

يَحْمَارُّ

احْمَارَّ!

يَحْرَنْجَمُ

احْرَنْجَمْ!

يَقْشَعِرُّ

اقْشَعِرَّ!

 

 

 

Artikel terkait :

Pembahasan Kata Kerja


  1. Anonim
    25 November 2011 pukul 01:34

    makasih penjelasannya……..
    ijin copas

  2. eko
    30 Maret 2012 pukul 22:59

    mohon ditambah…

    tanda baca hamzah pada fi’il amr… tergantung kepada tanda ‘ain fi’il..

    ‘ain fi’il dhommah = hamzah dhommah
    ‘ain fi’il kasrah = hamzah kasrah
    ‘ain fi’il fathah = hamzah kasran

    • Anonim
      21 Januari 2016 pukul 06:14

      Sdikit menambahkan . .. ain fiil mudore nya .. biar jelas . Makasih

  3. amira
    24 September 2012 pukul 00:23

    salam. boleh tau , apa rujukannya

  4. Farida El-Syauqi
    27 September 2012 pukul 06:40

    izin ngopy yaaaa thaks

  5. 16 Desember 2012 pukul 11:45

    Apakah boleh mensifati mudhof ilaihi ? Contohnya : معهد الروضة الإسلامية bukan الإسلامى ? tolong dijawab via Hp. 081999910077 sekalian dengan alasannya/dasar kaidahnya !

  6. 10 Januari 2013 pukul 01:48

    jazaakallaah ahsanal jazaa yaa ustaadz, materinya sangat membantu🙂

    • Alkoylany
      27 Januari 2014 pukul 11:49

      Kenapa mabni mendahulukan mu’rab

  7. 7 Juni 2013 pukul 15:06

    alhamdulilah sangat membantu lebih perbanyak lagi:D

  8. Anonim
    16 September 2013 pukul 13:40

    referensinya dr mana ya ini??

  9. Annisa Rofifah
    2 Oktober 2013 pukul 21:11

    Kan ada contoh fi’il naqis اثي – يا ثي , itu kan ada huruf illah (اوي) di lamul fi’ilnya, terus kenapa pas di kalimat لم يأت, huruf illahnya jadi hilang? Mohon penjelasannya yaaa, Syukron

  10. Anonim
    28 April 2015 pukul 07:50

    gk ngerti blas q om

  11. yofan
    28 April 2015 pukul 07:51

    opo maksude

  12. Anonim
    28 Februari 2016 pukul 20:59

    cocok

  13. 11 Maret 2016 pukul 09:12

    assalamualakum wrb, ust mau nanya tp gak setema dgn yg di atas,, kalo dalam syahadat itu khobarnya khobar apa ? sukron ust

  1. 16 November 2012 pukul 13:04
  2. 13 Juni 2014 pukul 09:08
  3. 22 Desember 2014 pukul 08:48

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: