al-Dzikr dan al-Hadzf ilmu ma’ani

البابُ الثاني في الذِّكْرِ والحذْفِ

Ilmu ma’ani bab kedua: tentang adz-Dzikr (menyebut) dan al-Hadzf (membuang)

إذا أُرِيدَ إفادةُ السامعِ حُكْمًا فأيُّ لفْظٍ يَدُلُّ على مَعْنًى فيهِ فالأصْلُ ذكْرُه، وأيُّ لفْظٍ عُلِمَ من الكلامِ لدَلالةِ باقيه عليهِ فالأصلُ حَذْفُه.

Apabila diharapkan mau memberi pengertian pada pendengar tentang suatu Hukum. Maka dimana lafazh menunjukkan atas makna tersebut, Asal-nya adalah penyebutan lafazh (al-Dzikru)
Dan dimana lafazh sudah diketahui pada suatu kalam karena penunjukannya pada kalam lain, maka Asal-nya adalah pembuangan lafazh (al-Hadzfu).

وإذا تَعارَضَ هذانِ الأصلانِ فلا يُعْدَلُ عنْ مُقْتَضَى أحدِهما إلى مُقْتَضَى الآخَرِ إلاَّ لداعٍ.

Apabila kedua Asal (al-Dzikru dan al-Hadzfu) tersebut saling bertentangan, maka tidak boleh merubah tuntunan salah-satu Asal kepada Asal yang lain, kecuali karena ada ALASAN/MOTIF.

  1. 26 Mei 2012 pukul 21:33

    ini dambil dr kitab balaghah apa y?

    • Anonim
      24 April 2013 pukul 05:46

      husnus assayaghah

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: