Beranda > Bab Membuat Khobar dgn Alladzi, Bait 817-818-819 > Latihan membuat Khobar dengan Alladzi sebagai Mubtada’nya » Alfiyah Bait 817-818-819

Latihan membuat Khobar dengan Alladzi sebagai Mubtada’nya » Alfiyah Bait 817-818-819

–••Ο••–

الإخبار بالذي والألف واللام

Bab Membuat Khobar dengan ALLADZII atau ALIF LAM  

مَا قِيلَ أخْبِرْ عَنْهُ بِالَّذيْ خَبَرْ  ¤  عَنِ الَّذي مُبْتَدأ قَبْلُ اسْتَقَرْ

Suatu yg dipertanyakan dg soal: “Buatkanlah khobar darinya dengan Alladzi!” adalah (membuat) Khobar dari Mubtada’ Alladzi yg menetapi sebelumnya  

وَمَا سِواهُمَا فَوَسِّطْهُ صِلَهْ  ¤  عَائِدُهَا خَلَفُ مُعْطِيْ التَّكْمِلَهْ

Lafazh selain keduanya (selain Alladzi dan Khobarnya) letakkanlah ditengah-tengah sebagai Shilah, dan ‘Aidnya adalah pengganti Isim pemberi penyempurna (yakni ‘Aid Dhamir yg menggantikan posisi Isim yg dibuat khabar sang penyempurna faidah). 

نَحْوُ الَّذِيْ ضَرَبْتُهُ زَيْدٌ فَذَا  ¤  ضرَبْتُ زَيْداً كَانَ فَادْرِ الْمَأخَذَا

Seperti contoh: “Alladzii dhorobtuhuu Zaidun” maka ini hasil dari rupa kalimat: “Dhorobtu Zaidan”. Maka fahamilah (qiyaskanlah) dasar pengambilannya  

وَباللَّذَيْنَ وَالَّذِينَ وَالَّتي  ¤  أَخْبِرْ مُرَاعِياً وِفَاقَ الْمُثْبتِ

Juga buatkan khabar dengan Alladzaini, Alladziina dan Allatiy, seraya mempertimbangkan kecocokan terhadap lafazh yg ditetapkan (yakni, kecocokan antara Aid Dhamir Shilah Maushul dengan Isim yg ditetapkan menjadi Khobar). 

–••Ο••–

Bab ini dicantumkan oleh Ulama Nahwu sebagai latihan bagi siswa dalam ilmu Nahwu, sebagaimana mereka membuat Bab Abniyah untuk melatih siswa dalam tamrin ilmu Shorof.
Bab ini digunakan sebagai ujian khusus, atau sebagai penguatan hukum atas pengetahuan siswa akan ilmu nahwu, karena disini juga mencakup pemusnadan pada isim Dhamir dan isim Zhahir. atau sebagai latihan ringkas atas kecakapan siswa dan semacamnya.
Apabila kamu ditanyakan dengan contoh soal berikut :
Butkan khobar dari kata KHALIDUN dengan Isim Maushul ALLADZI pada kalimat berikut :

خالد منطلق

KHALIDUN MUNTHALIQUN = Khalid Pergi

Maka untuk menjawab gunakan metode 5 langkah sbb :

1. Gunakan isim maushul yg sesuai dg pertanyaan (Khalidun), dan letakkan di awal kalimat sebagai mubtada’.
2. Letakkan kata yg ditanyakan (Khalidun) pada akhir kalimat, karena akan dibuat Khobar.
3. Merofa’kan kata yg ditanyakan (Khalidun) karena menjadi Khobar.
4. Kata yg lain (Munthaliqun) diletakkan di tengah-tengah antara Isim Maushul dan Khabarnya, sebagai Shilah Maushul.
5. Memasang Dhamir/A’id pada posisi kata yg dipertanyakan dan menyesuaikannya baik Maknanya dan I’robnya, sekaligus menyesuaikan dengan Isim Maushul sebagai ‘Aid Shilahnya.

Maka jawabannya adalah :

الذي هو منطلق خالد

ALLADZI HUWA MUNTHALIQUN KHALIDUN = yang pergi itu adalah Khalid

Contoh pertanyaan lagi berikut menggunakan Isim Mutsanna :
Buatkan khobar dari kata AL-MUHAMMADAINI pada kalimat berikut :

أكرمت المحمدين

AKROMTU AL-MUHAMMADAINI = aku menghormati kedua Muhammad itu.

Maka jawabannya :

اللذان أكرمتهما المحمدان

ALLADZAANI AKROMTUHUMAA AL-MUHAMMADAANI = yang aku hormati itu adalah kedua Muhammad.

Contoh jawaban jika pertanyaannya menggunakan kata Jamak :

الذين أكرمتهم المحمدون

ALLADZIINA AKROMTUHUM AL-MUHAMMADUUNA = yang aku hormati itu adalah mereka Muhammad.

Contoh jawaban untuk kata Mu’annats :

التي أكرمتها هند

ALLATI AKROMTUHAA HINDUN = yang aku hormati itu adalah Hindun.

Dan qiyaskan pada contoh pertanyaan yg lain.

PERHATIAN !
Tentang Al-Mukhbar ‘Anhu (isim yg dikhobari) dalam ilmu Nahwu pada Bab ini adalah isim yg dijadikan khobar dari Isim maushul yg dijadikan Mubtada’nya.

Dan sebaliknya menurut zhahirnya lafaz pertanyaan adalah membuat khobar dari Isim yg disebut sebagai Al-Mukhbar ‘Anhu dalam arti dari Mubtada’ yg akan dikhobari dengan Isim Maushul sebagai Khobarnya. Tidak demikian maksud pertanyaan, sebab ketika isim yg dipertanyakan tsb sebagai al-Mukhbar Anhu dari segi Makna, maka benar jika diucapkan dengan pertanyaan “IKHBAR ‘ANHU!/Buatkan khobar darinya!” yakni Khobar yg terbuat dari Isim dalam pertanyaan.

Iklan
  1. Anonim
    1 Juni 2012 pukul 01:16

    Aslmualaikum pak ustad
    klau untuk membuat mubtadamuakhor dan khobar muqodam apa syarat khususnya?? Sukron ….

  2. 17 Juli 2012 pukul 20:19

    askum..slm ukhuwah ust

  3. 25 Juli 2012 pukul 07:48

    subhanallah

  4. 22 Agustus 2012 pukul 03:14

    mohon penjelasan bab tasrif.terima kasih

  5. 27 Agustus 2012 pukul 06:15

    penjelasanx dperjelas

  6. Anonim
    28 Agustus 2012 pukul 09:15

    wah,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, bagus nih,,,,,,,,,,,!

  7. JM
    30 September 2012 pukul 11:27

    Semoga Allah membalas kebaikan anda, penjelasanya sangat bermanfaat, ijin gabung

  8. Anonim
    2 November 2012 pukul 19:27

    bga! Mana cra memaham !lmu pk!h.

  9. Anonim
    16 November 2012 pukul 11:46

    mohon maaf sebelumnya ustadz. ijinkan saya untuk shere… terimakasih.

  10. poetri zahra
    3 Desember 2012 pukul 22:28

    Alhamdulillah,,

  11. Anonim
    13 Desember 2012 pukul 11:03

    Terimakasih atas penjelasannya

  12. Rifan abdullah
    21 Desember 2012 pukul 23:46

    Ketranganya sangat mudah dipahami,tapi tambahan yang di bawah tolong sekalian kasih conto

  13. yusuf
    24 Februari 2013 pukul 02:12

    pak ustad ijin donload mp3 alpiah,y… Trimakasih

  14. ali
    21 Maret 2013 pukul 09:30

    ass.wbr, bisa bicara bahasa arab bagaimana ustaz ? mohon bantuannya jika ada kaset yg bisa dijadikan rujukan terima kasih bantuannya.

  15. 29 Mei 2013 pukul 19:36

    Syukron katsiir….kl ada keterangn yg blm faham mhn perkennkn untk bs brtanya…Blh kan…???

  16. Usup
    27 Juni 2013 pukul 13:24

    Bagus, tpi kalo bisa sekalian diirthibat tentang kehidupan sehari2 nya.

  17. Anonim
    8 Juli 2013 pukul 10:29

    Aslm.alkm.. .bagaii mana caranya.. Mendalamii elmu.. Allat

  18. wyah imuet
    17 Juli 2013 pukul 10:21

    sukyron ustadz moga dngan mmbaca gogle ini ana sa faham n mngerti

  19. Alimudin
    10 November 2013 pukul 16:05

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh akhi wa ukhti.saya dari lombok barat .Aku ingin bisa nahwu ,sorof , balagah

  20. 23 Desember 2013 pukul 20:50
  21. asep kur
    3 April 2014 pukul 19:16

    ini lah gunanya internet,,,,kita manfa’atkan dengan baik,,

  22. Anonim
    7 Desember 2014 pukul 20:16

    apalan,lalaran,syawir,sholat,jamaah,kanti,istiqomah…

  23. 4 Februari 2015 pukul 03:16

    Bison.www.wap.com

  24. 25 September 2015 pukul 14:29

    Selamat Sore sahabat blogger … kunjungan sore sambil nyari backlink nih ..trims admin

  25. 27 September 2015 pukul 07:49

    Selamat pagi sahabat blogger… selamat berhari Minggu 🙂

  26. 24 November 2015 pukul 00:21

    tarqib huwa sesudah alladzi tersebut tarqibnya menjadi apa ya?

  27. Habiby gallby
    10 Maret 2016 pukul 01:26

    Rasanya terlalu sulit bagi saya untuk mengetahui maksud dan tujuan kitab ini,mhon sarannya ustadz agar saya mudah mwmahami

  1. 16 November 2012 pukul 13:07

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: