Arsip

Archive for 25 Februari 2012

Definisi Badal : Tabi’ maksud hukum tanpa perantara » Alfiyah Bait 565

25 Februari 2012 8 komentar
–·•Ο•·–

الْبَدَلُ

BAB BADAL 

التَّابعُ المَقْصُودُ بالْحُكْمِ بلا ¤ وَاسِطَةٍ هُوَ المُسَمَّى بَدَلا

Isim Tabi’ yang dimaksudkan oleh penyebutan hukum tanpa perantara (huruf Athaf), demikian dinamakan Badal. 

–·•Ο•·–

Bab ini menerangkan bagian ke lima dari Isim-isim Tawabi’, yaitu BADAL.

Definisi Badal : Isim Tabi’ yang dimaksudkan oleh penyebutan hukum dengan tanpa perantara huruf Athaf antara Badal dan Mubdal Minhunya. Contoh:

عَمَّ الرخاء في زمن الخليفة عمر بن عبد العزيز

AMMA AR-RAKHAA’U FIY ZAMANI AL-KHALIIFATI ‘UMARO BNI ‘ABDIL ‘AZIIZI = Ketentraman menyeluruh pada masa Khalifah Umar Bin ‘Abdul ‘Aziz.

Lafazh UMARO = Sebagai badal dari lafazh KHALIIFATI, dan sebagai lafazh yg dimaksudkan oleh penisbatan hukum.
Andaikan cukup hanya menyebut Khalifah maka tidak diketahui siapakah Khalifah yang dimaksud, karena sebutan Khalifah bukanlah maksud dari dzat Umar bin Abd Aziz itu sendiri. Akan tetapi sebutan Kholifah sebagai Tamhid (pembuka) bagi lafazh sesudahnya, agar kalimat diterima lebih kuat didalam hati si pendengar.

Penjelasan Definisi :

TABI :

Isim jenis bagian dari Tawabi’.

YANG DIMAKSUDKAN OLEH HUKUM :

Sebagai qayyid awal atau sebagai batasan definisi bagian pertama untuk membedakan dengan pengertian Tawabi’ yang lain seperti Na’at, Athaf Bayan dan Taukid, karena Tabi’-tabi’ tsb sebatas penyempurna bagi Matbu’nya yg dikenai penisbatan hukum, dan bukan sebagai Tabi’ yang dinisbati oleh hukum itu sendiri.

Qayyid diatas juga dapat membedakan dengan pengertian Athaf Nasaq dengan Huruf Wawu dan serupanya, contoh:

جاء صالح وعاصم

JAA’A SHAALIHUN WA ‘AASHIMUN = Shaleh dan Ashim telah datang.

Maksud hukum (JAA’A) pada contoh ini tidak hanya tertuju pada Tabi’ (AASHIMUN) tapi juga tertuju pada Matbu’ (SHAALIHUN).

Demikian juga Ma’thuf dengan huruf “LAA”, contoh:

جاء عاصم لا صالح

JAA’A ‘AASHIMUN LAA SHAALIHUN = Ashim datang Zaid tidak.

Lafazh setelah huruf Athaf LAA yaitu lafazh “SHAALIHUN” sebagai Tabi’ tapi tidak dikenai maksud hukum.

Demikian juga Ma’thuf dengan huruf “BAL” setelah nafi (kalimat negative), contoh:

ما جاء صالح بل عاصم

MAA JAA’A SHAALIHUN BAL ‘AASHIMUN = Shaleh tidak datang tapi Ashim.

yang dikenai maksud hukum “tidak datang” dalam contoh ini adalah Matbu’ yaitu lafazh SHAALIHUN.

TANPA HURUF PERANTARA:

Sebagai Qayyid Tsani atau sebagai batasan definisi bagian kedua untuk membedakan dengan Ma’thuf dengan huruf BAL setelah kalam itsbat (kalimat positive), contoh:

جاء صالح بل عاصم

JAA’A SHAALIHUN BAL ‘AASHIMUN = Shaleh datang namun Ashim.

Lafazh ‘AASHIMUN = sebagai Tabi’ yang dikenai maksud hukum, tapi disini ada huruf perantara yaitu BAL, oleh karenanya tidak dinamakan Badal.

Definisi Athaf Nasaq » Alfiyah Bait 540-541-542

25 Februari 2012 3 komentar
–·•Ο•·–

عَطْفُ النَّسقِ

ATHAF NASAQ 

تَالٍ بحَرْفٍ مُتْبعٍ عَطْفُ النَّسَقْ ¤ كَاخصُصْ بوُدٍّ وَثَنَاءٍ مَنْ صَدَقْ

Isim tabi’ yg mengikuti dg huruf penghubung (antara Tabi’ dan Matbu’nya), demikian definisi Athaf Nasaq. Seperti contoh “Ukhshush bi waddin wa tsanaa’in man shadaqa” = Istimewakan..! dengan belas kasih dan sanjungan terhadap orang-orang yg jujur. 

فَالْعَطْفُ مُطْلَقاً بِوَاوٍ ثُمَّ فَا ¤ حَتَّى أمَ أوْ كَفيكَ صِدْقٌ وَوَفَا

Athaf yg mengikuti secara Mutlaq (lafazh dan Makna) yaitu dengan huruf Athaf Wawu, Tsumma, Fa’, Hatta, Am, dan Aw. Seperti contoh “Fiika shidqun wa wafaa” = kamu harus jujur dan menepati.   

وَأتْبَعَت لَفْظاً فَحَسْبُ بَلْ وَلا ¤ لَكِنْ كَلَمْ يَبْدُ امْرُؤٌ لَكِنْ طَلَا

Sedangkan huruf Athaf yg cukup mengikutkan secara lafazhnya saja, yaitu Bal, Laa dan Laakin. Seperti contoh “Lam yabdu imru’un laakin tholaa” tidak tampak seorangpun melainkan anak rusa.   

–·•Ο•·–

Definisi Athaf Nasaq :

Isim Tabi’ yang terdapat perantara di antara Tabi’ dan Matbu’ dengan salah satu huruf Athaf.

Definisi Nasaq menurut bahasa adalah Isim Mashdar “NASQUN” yg berarti “penyusunan teratur” contoh: NASAQTU AL-KALAAMA = aku menyusun/mengatur kalimat. yakni mengathafkan satu bagian kepada bagian yg lain sehingga bagian-bagian tersebut beriringan secara teratur.

oOo

Huruf-huruf Athaf semuanya ada sembilan dan terbagai menjadi dua bagian:

1. Bagian pertama dari Huruf-huruf Athaf yg melaksanakan Tasyrik (penyekutuan) secara lafazh dan makna.

Penyekutuan secara Lafazh dimaksudkan adalah didalam hukum i’robnya. Penyekutuan secara makna dimaksudkan adalah menetapkan pada Ma’thuf dengan hukum yang ditetapkan pada Ma’thuf ‘Alaih. Penetapan demikian berlaku pada Athaf Mufrod, sedangkan Athaf Jumlah tidak berlaku Faidah Tasyrik (penyekutuan).

Bagian huruf Athaf disini ada enam huruf :

1. Wawu
2. Tsumma
3. Huruf Fa’
4. Hattaa
5. Am
6. Aw

Contoh:

جاء خلد وعلي

JAA’A KHOOLIDUN WA ‘ALIYYUN = Khalid dan Ali telah datang

حضر الطلاب ولم يحضر المدرس

HADHARA AT-THULLAABU WA LAM YAHDHUR AL-MUDARRISU = para siswa telah hadir dan para guru belum hadir.

oOo

2. Bagian kedua dari Huruf-huruf Athaf yg melaksanakan Tasyrik (penyekutuan) secara lafazhnya saja tidak secara makna.

Tasyrik secara Lafazhnya, yakni secara i’robnya. Dan tidak secara makna, yakni tidak menghukumi Ma’thuf dengan hukum secara makan yg ada pada ma’thuf Alaih.

Bagian huruf Athaf disini ada tiga huruf :

1. Bal
2. Laa
3. Laakin

Contoh:

ما جاء الضيف بل ولده

MAA JAA’A ADH-DHAIFU BAL WALADUHU = Tamu itu tidak datang tapi anaknya.

%d blogger menyukai ini: