Beranda > Bait 286-287 > Pengertian Maf’ul Muthlaq dan Mashdar » Alfiyah Bait 286-287

Pengertian Maf’ul Muthlaq dan Mashdar » Alfiyah Bait 286-287

–·•Ο•·–

المفعول المطلق

BAB MAF’UL MUTHLAQ

اَلْمَصْدَرُ اسْمُ مَا سِوَى الزَّمَانِ مِنْ ¤ مَدْلُولَيِ الْفِعْلِ كَأَمْنٍ مِنْ أَمِنْ

MASHDAR adalah isim yang selain menunjukkan zaman dari dua penunjukan Fi’il (yakni yang menunjukkan pada huduts = kejadian). Seperti lafazh AMNI masdar dari Fi’il lafazh AMINA

بِمِثْلِهِ أَوْ فِعْلٍ أوْ وَصْفٍ نُصِبْ ¤ وَكَوْنُهُ أَصْلاً لِهذَيْنِ انْتُخِبْ

MASDAR dinashobkan oleh serupanya atau oleh FI’IL atau oleh SHIFAT. Keberadaan MASDAR  dipilih sebagai bentuk asal bagi keduanya ini.

–·•Ο•·–

Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa Kalimah Fi’il (kata kerja) menunjukkan pada dua hal secara bersamaan yaitu:

  • Huduts (kejadian)
  • Zaman (waktu)

Manuskrip: Tulisan pertama Kitab Syarah Alfiyah Ibnu Malik oleh Jalaluddin As-Suyuthi. 221 Halaman. Sumber : http://www.mahaja.com/library/manuscripts/manuscript/682

Contoh kita mengatakan:

بذل الغني ماله في الخير

BADZALA AL-GHONIYYU MAALAHUU FIL-KHOIRI* = orang kaya itu telah mendermakan hartanya di dalam kebaikan.

* Lafal “BADZALA” adalah Kalimah Fi’il/Kata Kerja, menunjukkan dua hal: kejadian pendermaan dan waktu pendermaan, yakni kejadian pada waktu lampau karena berupa Fi’il Madhiy.

Selanjutnya, kalau kita mengatakan:

بذل المال في الخير نفع لصاحبه

BADZLUL-MAALI FIL-KHOIRI NAF’UN LI SHOOHIBIHII *= mendermakan harta di dalam kebaikan adalah kemanfaatan bagi si empunya harta.

* lafal “BADZLU” adalah kalimah Isim yang menunjukkan kejadian pendermaan tanpa penunjukan waktu, demikian juga pada lafal “NAF’UN”. Maka setiap Isim yang mencocoki terhadap Fi’il di dalam hal sama-sama menunjukkan kejadian akan tetapi berbeda karena tidak menunjukkan zaman, maka Isim tersebut dinamakan ISIM MASDAR. Jadi:

Pengertian Isim Mashdar adalah: Isim yang menunjukkan pada kejadian yang terlepas dari zaman.

Di sini Kiyai Mushonnif menyusun Bab tentang Maf’ul Muthlaq, beserta beliau mendefinisikan Isim Masdar pada awal Bait. Tiada lain karena Maf’ul Mutlaq umumnya terbuat dari Isim Mashdar. Ada juga yg tidak berupa Isim Masdar insyaAllah akan dijelaskan pada bait-bait selanjutnya.

Contoh Maf’ul Mutlaq berupa Isim Mashdar :

انتصر الحق انتصاراً

INTASHORO AL-HAQQU INTISHOORON = yang hak telah memperoleh kemenangan dengan sebenar-benar kemenangan.

Pengertian Maf’ul Muthlaq adalah: Isim yang dinashobkan sebagai pengokohan (taukid lafzhi) terhadap Amilnya atau menerangkan macamnya atau bilangannya.

Contoh Mashdar Maf’ul Muthlaq sebagai taukid:

ضربت ضربا

DHOROBTU DHORBAN = aku telah memukul dengan sebenar-benar pukulan

Contoh Mashdar Maf’ul Muthlaq penerangan jenis/macamnya:

سرت سير زيد

SIRTU SAIRO ZAIDIN = aku berjalan semacam jalannya Zaid.

Contoh Mashdar Maf’ul Muthlaq penerangan jumlah:

ضربت ضربتين

DHOROBTU DHORBATAINI = aku memukul sebanyak dua pukulan.

Hukum Masdar dalam hal ini adalah nashob, baik amil yg menashobkan berupa Isim Mashdar, Fi’il, atau Sifat.

Contoh Masdar dinashobkan oleh ISIM MASDAR :

فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَوْفُورًا

maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. (Al-Isro’ : 16)

Contoh Mashdar dinashobkan oleh FI’IL:

وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَنْ تَمِيلُوا مَيْلًا عَظِيمًا

sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling dengan berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). (An-Nisa’ : 27)

Contoh Masdar dinashobkan oleh SHIFAT:

وَالصَّافَّاتِ صَفًّا

Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya. (Ash-Shooffaat : 1)

Menurut pendapat yg masyhur dan rojih: Isim Mashdar merupakan bentuk asal dari semua Kalimah Musytaq, baik Fi’il, Isim Fa’il, Isim Maf’ul, Sifah Musyabbahah, Isim Tafdhil, Isim Zaman, Isim Makan, Isim alat, semua itu dibentuk dari asal Isim Masdar. Contoh Isim Fa’il lafaz “AL-QOOIMU” hasil bentukan dari Masdar lafaz “AL-QIYAAMU”. Contoh Isim Alat lafaz “AL-MIFTAAHU” hasil bentukan dari Masdar lafaz “AL-FATHU” dan seterusnya.

Iklan
  1. 14 Februari 2012 pukul 06:27

    wah terimah kasih banyak nih mas, semoga ilmu ente bermanfaat ,amin….

  2. Anonim
    8 April 2012 pukul 20:26

    semog ilmu kamu digunakan semua orang yaaaaaaaa

  3. muhammad
    3 Mei 2012 pukul 02:55

    mantap

  4. Anonim
    28 April 2013 pukul 02:40

    Belajar Bahasa Arab itu susah nggak tho …… pembahasan tiap materi banyak banget …..apakah cukup dengan menguasai nahwu shorof saja sudah dikatakan menguasai bahasa arab ?

  5. Anonim
    18 April 2017 pukul 13:27

    menguasai bahasa Arab caranya tidak hanya menguasai nahwu shorof tp mufrodat (kosa kata) dan mumarosah (praktek)

  1. 16 November 2012 pukul 18:36

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: