Arsip

Archive for 5 November 2010

I’rab Af’alul Khamsah/kata kerja yang lima » Keterangan Alfiyah Bait 43-44

5 November 2010 7 komentar
◊◊◊

وَاجْعَلْ لِنَحْوِ يَفْعَلاَنِ الْنُّوْنَا ¤ رَفْـعَاً وَتَدْعِــيْنَ وَتَسْـــــأَلُونَا

Jadikanlah! Nun sebagai tanda Rofa’ untuk contoh Kalimah-kalimah yang seperti lafadz يفعلان (Fi’il Mudhori’ yg disambung dg Alif Tatsniyah) dan lafadz تدعين (Fi’il Mudhori’ yg disambung dg Ya’ Mu’annats Mukhatabah) dan lafadz تسألون (Fi’il Mudhori’ yg disambung dg Wau Jamak)

وَحَذْفُهَا لِلْجَزْمِ وَالْنَّصْبِ سِمَهْ ¤ كَلَمْ تَكُــــوْنِي لِتَرُوْمِي مَـــظْلَمَهْ

Sedangkan tanda Jazm dan Nashabnya, yaitu dengan membuang Nun. seperti contoh َلمْ تَكُــــوْنِي لِتَرُوْمِي مَـــظْلَمَهْ


Setelah selesai menerngkan tentang I’rab pengganti untuk kalimah isim, selanjutnya bait menerangkan tentang I’rab pengganti untuk kalimah Fi’il. yaitu i’rab untuk Amtsilatul Khamsah atau Af’alul Khamsah atau contoh-contoh kalimah Fi’il yang lima.

Pengertian Af’alul Khamsah/Fi’il yang lima adalah: Setiap kalimah fi’il mudhari’ yang tersambung dengan Alif Tatsniyah, Wau jama’ atau Ya’ muannats mukhatabah.

Rinciannya sebagai berikut:

  • Fi’il Mudhari’ yang tersambung dengan Alif Tatsniyah terdapat 2 bentuk (berawalan huruf mudhara’ah Ya’ / Ta’ ) ada 4 penggunaan
  • Fi’il Mudhari’ yang tersambung dengan Wau Jama’  terdapat 2 bentuk (berawalan huruf mudhara’ah Ya’ / Ta’) ada 2 penggunaan
  • Fi’il Mudhari’ yang tersambung dengan Alif Tatsniyah terdapat 1 bentuk (berawalan huruf mudhara’ah Ta’) ada1 penggunaan

Lihat tabel berikut, Af’alul Khamsah ditandai warna oranye:

DIGUNAKAN UNTUK FI’IL AMAR FI’IL MUDHARI’ FI’IL MADHI

ORANG
KETIGA
MALE

TUNGGAL

×

يَنْصُرُ

نَصَرَ

DUAL

×

يَنْصُرَانِِ

نَصَرَا

JAMAK

×

يَنْصُرُوَْنَ

نَصَرُوْا

ORANG
KETIGA
FEMALE

TUNGGAL

×

تَنْصُرُ

نَصَرَتْ

DUAL

×

تَنْصُرَانِِ

نَصَرَتَا

JAMAK

×

يَنْصُرْنَ

نَصَرْنَ

ORANG
KEDUA
MALE

TUNGGAL

اُنْصُرْ

تَنْصُرُ

نَصَرْتَ

DUAL

اُنْصُرَا

تَنْصُرَانِ

نَصَرتُمَا

JAMAK

اُنْصُرُوْا

تَنْصُرُوْنَ

نَصَرْتُمْ

ORANG
KEDUA
FEMALE

TUNGGAL

اُنْصُرِيْ

تَنْصُرِيْنَ

نَصَرْتِ

DUAL

اُنْصُرَا

تَنْصُرَانِِ

نَصَرْتُمَا

JAMAK

اُنْصُرْنَ

تَنْصُرْنَ

نَصَرْتُنَّ

ORANG
PERTAMA
MALE/
FEMALE

TUNGGAL

×

أَنْصُرُ

نَصَرْتُ

DUAL/JAMAK

×

نَنْصُرُ

نَصَرنَا

Tanda I’rab Af’alul Khamsah adalah:

Rafa’ dengan tetapnya Nun sebagai ganti dari Dhammah. contoh:

هُمْ يَفْعَلُوْنَ

mereka (lk) bekerja

هُمَا يَفْعَلاَنِ / تَفْعَلاَنِ

mereka berdua (lk/pr) berkerja

أَنْتُمْ تَفْعَلُوْنَ

kalian (lk) bekerja

أَنْتُمَا تَفْعَلاَنِ

kamu berdua (lk/pr) bekerja

أَنْتِ تَفْعَلِيْنَ

kamu seorang (pr) bekerja

Contoh Firman Allah:

وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

Nashab dan Jazem  dengan membuang Nun sebagai ganti dari Fathah dan Sukun. contoh:

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا وَلَنْ تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ

Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kamu tidak akan dapat membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka

Isim tidak munsharif/ghair munawwan, jar dengan fathah syarat tidak mudhaf atau tanpa AL » Alfiyah Bait 43

5 November 2010 11 komentar
◊◊◊

وَجُــرَّ بِالْفَتْحَـةِ مَـالا يَنْصَرِفْ ¤ مَالَمْ يُضَفْ أَوْيَكُ بَعْدَ ألْ رَدِفْ

Jar-kanlah olehmu…! dengan tanda Fathah terhadap Isim yang tidak munsharif, selagi tidak dimudhafkan atau tidak berada setelah AL dengan mengekorinya


Diterangkan dalam Bait ini, bagian kedua dari Isim yang di-i’rab dengan harakat pengganti dari harakat asal. Yaitu Isim yang tidak Munsharif atau Isim ghair Munawwan atau isim yang tidak ditanwin.

Definisi Isim tidak munsharif adalah: setiap kalimah  isim mu’rab yang menyerupakan kalimah fi’il didalam hal terdapatnya dua illat dari sembilan illat, atau terdapat satu illat yg menempati maqom dua illat.

Contoh lafazh terdapat dua illat أَخْمَدُ “Ahmad” (Alami dan Wazan Fi’il) عَطْشَانُ “yg haus” (Sifat dan Ziadah Alif-Nun). contoh lafazh satu illat مَسَاجِدَ “Masjid-masjid” (bentuk/shighat Muntahal Jumu’).

Mengenai penyebab yang mencegah ditanwinkannya kalimah isim, dalam hal ini ada bab khusus yang akan diterangkan secara jelas disana –insyaAllah–. sedangkan dalam Bait ini, dimaksudkan mengenai hubungan dengan tanda I’rabnya. Rofa’ dengan Dhammah (i’rab asal), Nashab dengan Fathah (i’rab asal) dan Jar dengan Fathah (menggantikan i’rab asal Kasrah) contoh:

َجَاءَ أَحْمَدُ رَأَيْتُ أَحْمَدَ مَرَرْتُ بِأَحْمَدَ

Ahmad datang, Aku melihat Ahmad, Aku berjumpa dengan Ahmad.

وَلَقَدْ جَاءَكُمْ يُوسُفُ مِنْ قَبْلُ بِالْبَيِّنَاتِ

Dan sesungguhnya telah datang Yusuf kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا ِللهِ حَنِيفًا

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya

Sebagai pengecualian tetap Jar dengan tanda  i’rab asal atau Kasrah,  bilamana Isim tidak munsharif/ghair munawwan tersebut berada pada dua posisi :

(1). Menjadi Mudhaf. contoh:

مَرَرْتُ بِأَحْمَدِكُمْ

Aku berjumpa dengan Ahmad-mu

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya

Tapi jika posisinya sebagai Mudhaf Ilaih, maka tetap berlaku tanda irab pengganti Jar dengan Fathah. contoh

هَذَا كِتَابُ أَحْمَدَ

Ini kitab Ahmad

إِنَّ اللهَ اصْطَفَى آدَمَ وَنُوحًا وَآلَ إِبْرَاهِيمَ وَآلَ عِمْرَانَ عَلَى الْعَالَمِينَ

Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga ‘Imran melebihi segala umat (di masa mereka masing-masing).

(2).  Dimasuki huruf AL (ال). contoh:

سَأَلْتُ عَنْ اْلأَفْضَلِ مِنَ الطُّلاَّبِ

Aku bertanya tentang siswa terbaik dari para siswa

وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid.

Kesimpulan pembahasan Bait:

Jarkanlah dengan Fathah sebagai pengganti dari i’rab asal Kasrah, terhadap isim yang tidak munsharif/ghair munawwan dengan syarat tidak mudhaf atau tidak dimasuki oleh AL yang mubasyaroh bertemu langsung tanpa pemisah.

Mulhaq Jama’ Muannats Salim أُوْلاَتُ dan أَذْرِعَاتٍ » Penjabaran Alfiyah Bait 42

5 November 2010 4 komentar
◊◊◊ 

كَذَا أُوْلاَتُ وَالَّذِي اسْمَاً قَدْ جُعِلْ ¤ كَــــأَذْرِعَــاتٍ فِــيْهِ ذَا أَيْــضَاً قُــبِلْ

Demikian  juga (Dii’rab seperti Jamak Muannats Salim) yaitu lafadz “Ulaatu”. Dan Kalimah yang sungguh dijadikan sebuah nama seperti lafadz “Adri’aatin” (nama tempat di Syam) yang demikian ini juga diberlakukan I’rab seperti Jamak Mu’annats Salim

Bait ini menerangkan tentang i’rab Isim-isim yang dimulhaq-kan pada Jama’ Muannats Salim. Dalam hal ini ada dua kategori:

(1). Lafadz أُوْلاَتُ . tanda irabnya diikutkan pada Jamak Muannats Salim, dimana ia tidak memenuhi syarat definisi Jama’ Muannats Salim,  karena secara Lafazh ia tidak memiliki bentuk mufrad, dan secara makna ia jamak , mempunyai arti: mereka (jamak female) Si empunya . contoh:

وَإِنْ كُنَّ أُوْلاَتُ حَمْلٍ فَأَنْفِقُوا عَلَيْهِنَّ حَتَّى يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ

Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah ditalaq) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin

(2). Lafazh yang dijadikan sebuah nama (Isim Alam) dari asal lafazh jama’ muannats salim. Maka menjadi Isim Alam dan secara otomatis bisa dipakai untuk mudzakkar dan muannats (male/female). Seperti contoh lafazh أَذْرِعَــاتٍ asal dari bentuk jamak أذرعة dengan bentuk mufrad ذراع kemudian menjadi  أَذْرِعَـاتٍ sekarang menjadi sebuah nama negri dari wilayah pinggiran Syam. Terdapat tiga Madzhab dalam menghukumi tanda Irab Isim yang sejenis أَذْرِعَاتٍ:

Madzhab pertama (Madzhab yg Shahih): dii’rab seperti lafazh Jamak Muannats Salim sebagaimana ketika belum dijadikan sebuah nama berikut di-tanwin. contoh:

هَذِهِ أَذْرِعَاتٌ وَرَأَيْتُ أَذْرِعَاتٍ وَمَرَرْتُ بِأَذْرِعَاتٍ

Ini negri Adri’at, aku melihat negri Adri’at, aku melewati negri Adri’at.

Madzhab kedua: menghukumi Rofa’ dengan dhammah, jar dan nashab dengan kasrah berikut menghilangka tanda tanwin. contoh:

هَذِهِ أَذْرِعَاتُ وَرَأَيْتُ أَذْرِعَاتِ وَمَرَرْتُ بِأَذْرِعَاتِ

Ini negri Adri’at, aku melihat negri Adri’at, aku melewati negri Adri’at.

Madzhab ketiga: menghukumi Rafa’ dengan dhammah, Jar dan Nashab dengan Fathah beserta menghilangkan Tanwin, seperti Isim tidak munsharif (ber-illat Alami beserta Mu’annats Ma’nawiy). contoh:

هَذِهِ أَذْرِعَاتُ وَرَأَيْتُ أَذْرِعَاتَ وَمَرَرْتُ بِأَذْرِعَاتَ

Ini negri Adri’at, aku melihat negri Adri’at, aku melewati negri Adri’at.

◊◊◊

Contoh Syahid syair untuk lafazh أَذْرِعَاتٍ (nama tempat di negeri Syam) boleh di-i’rab sesuai ketiga Madzhab diatas. Syair bahar Thawil  oleh Imru-ul Qais bin Hujr al-Kindi (130 SH. – 80 SH. / 497 – 535 M.)

تَنَوَّرْتُها مِنْ أذْرِعاتٍ وَأهْلُهَا ¤ بِيَثْربَ أدْنَى دَارِهَا نَظَرٌ عَالِى

dari kejauhan….
Kupandang api unggun negri Adri’at…
pada penduduknya yg berada di kota Yatsrib…
terasa paling terdekatnya rumah negri Adri’at…
adalah pemandangan yg bernilai seni tinggi…


Seperti lafazh أَذْرِعَاتٍ yaitu contoh lafazh عَرَفَاتٍ di dalam Al-Qur’an :

فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ

Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril-haram

Kesimpulan penjelasan Bait : bahwa lafazh أُوْلاَتُ ditandai dengan kasrah didalam Jar dan Nashabnya di-mulhaq-kan/mengikuti irab jamak muannats salim. demikian juga lafazh yang dijadikan sebuah nama (أَذْرِعَاتٍ) dari asal bentuk lafazh  jamak muannats salim.

%d blogger menyukai ini: