Pembagian Fi’il pada Muta’addi dan Lazim

تَنْبِيْهٌ:

Perhatian :

[تَقْسِيْمُ الْفِعْلِ إِلَى مُتَعَدٍّ وَلاَزِمٍ]

Pembagian Fi’il pada Fi’il Muta’addi dan Fi’il Lazim.

الْفِعْلُ : إِمَّا مُتَعَدٍّ , وَهُوَ الَّذِيْ يَتَعَدَّى مِنَ الْفَاعِلِ إِلَى الْمَفْعُوْلِ بِهِ ؛ كَقَوْلِكَ : ضَرَبْتُ زَيْدًا , وَيُسَمَّى أَيْضًا : وَاِقعًا , وَمُجَاوِزًا.

Kalimah Fi’il itu: ada yang Muta’addi, yaitu kalimah fi’il yang melampaui/menjangkau dari Fa’il sampai ke Maf’ul Bih; seperti contoh perkataanmu: ضَرَبْتُ زَيْدًا DHARABTU ZAIDAN “aku memukul pada Zaid”. Dinamakan pula Fi’il Waqi’ (mengena) dan Fi’il Mujaawiz (mencapai).

وَإِمَّا غَيْرُ مُتَعَدٍّ , وَهُوَ الَّذِيْ لَمْ يَتَجَاوَزِ اْلفَاعِلَ إِلَى الْمَفْعُوْلِ بِهِ ؛ كَقَوْلِكَ حَسُنَ زَيْدٌ , وَيُسَمَّى أَيْضًا : لاَزِمًا وَغَيْرَ وَاقِعٍ.

Dan ada yang tidak Muta’addi, yaitu kalimah fi’il yang tidak menjangkaukan Fa’il kepada Maf’ul; seperti contoh perkataanmu: حَسُنَ زَيْدٌ HASUNA ZAIDUN “ Zaid telah baik”. Dinamakan pula Fi’il Lazim (tetap) dan Fi’il Ghair Waqi’ (tidak mengena).

وَتَعْدِيَتُهُ فِي الثُّلاَثِيِّ الْمُجَرَّدِ : بِتَضْعِيْفِ الْعَيْنِ , وَبِالْهمزةِ , كَقَوْلِكَ : فَرَّحْتُ زَيْدًا , وَأَجْلَسْتُهُ , وَبِحَرْفِ الْجَرِّ فِي الْكُلِّ ؛ نَحْوُ ذَهَبْتُ بِزَيْدٍ , وَانْطَلَقْتُ بِهِ.

Cara memuta’addikan Fi’il Lazim di dalam Fi’il Taulatsi Mujarrad yaitu : Dengan men-tadh’if-kan (melipat/mendobelkan) ‘Ain Fi’ilnya, atau dengan Hamzah, contoh perkataanmu: فَرَّحْتُ زَيْدًا FARRAHTU ZAIDAN “aku menggembirakan zaid, dan أَجْلَسْتُهُ AJLASTUHU “aku mendudukkannya”.
Atau dengan huruf jar untuk semua (tsulatsi/ruba’i/mujarrad/mazid), contoh: ذَهَبْتُ بِزَيْدٍ DZAHABTU BI ZAIDIN “aku memberangkatkan zaid”, dan انْطَلَقْتُ بِهِ INTHALAQTU BI HI “aku memberangkatkannya”.

  1. irsun
    3 Mei 2011 pukul 19:59 | #1

    subahanallah syukron katsir…….

  2. intan
    4 Oktober 2011 pukul 10:07 | #2

    Ya Allah….
    jagalah ilmuku…amienn

  3. 4 Desember 2011 pukul 20:47 | #3

    syukron,,,,,,,,,,,,

  4. Anonymous
    1 Februari 2012 pukul 07:39 | #4

    yang dimaksud dengan takdiran, apa ya?

  5. 6 Februari 2012 pukul 15:23 | #5

    اللهم زدنا علما ورزقنا فهما

  6. ayudww
    15 Juni 2012 pukul 15:25 | #6

    Assalamualaikum,
    Macam mana nak cari feel mutaadi yang ada 3 maafuul lumbih ? Boleh bagi x contohnya sekali… x fahamlah tajuk ni…..

  7. Anonymous
    11 Oktober 2012 pukul 11:08 | #7

    mosok cuman gtu tok kurang lengkap

  8. Anonymous
    9 November 2012 pukul 02:03 | #8

    msh bingung nih

  9. Anonymous
    15 Oktober 2013 pukul 16:28 | #9

    masbroo lg ap?

  10. Anonymous
    24 Oktober 2013 pukul 12:57 | #10

    Assalamualaikum bisa minta contoh dengan selain huruf jer Ba’ dalam memuta’addikan fi’il lazim?

  11. Iqbal
    18 Maret 2014 pukul 14:57 | #11

    Assalamu’alaikum.,.,
    Pa Ustazd Izin Copas ya.,
    syukron katsiron ini sangat membantu.,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 573 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: